Snippet

Perhiasan merupakan salah satu benda yang rasanya wajib dimiliki wanita. Untuk mendapatkan perhiasan yang mereka inginkan, tak segan-segan para wanita berani merogoh kocek lebih dalam. Berikut lima perhiasan termahal di dunia: 

1. The Graff Pink Diamond (Rp 417,1 miliar)
Pemata emerald pink 24,78 karat ini  dimiliki Harry Winston selama 60 tahun. Namun, pada November 2010, perhiasan warna pink ini dijual kepada Mr.Graff pada Pelelangan Sotheby’s. Laurence Graff merupakan dealer perhiasan di London. Dia memenangkan lelang dan berhak membawa pulang permata ini seharga Rp. 417,1 miliar.

The Graff Pink Diamond

2. The Wittelsbach-Graff Diamond (Rp212,2 miliar)
Permata the wittelsbach-Graff adalah permata biru 35.56 karat yang ditambang di India. Sejarahnya, permata ini pernah dipilih Raja Philip IV sebagai mas kawin putrinya, Infanta Margarita Teresa. Peminangnya, Leopold I, yang kemudian menjadi Kaisar Romawi, memberikan permata itu kepada ahli waris setelah Margarita wafat pada 1673. Pada 1722, ketika Putri Bangsawan dari Austria menikah dengan Putra Mahkota Bavaria, permata ini dikenal dengan Der Blaue Wittelsbacher atau The Blue Wittelsbach. Permata ini kemudian menjadi permata termahal di dunia setelah Laurence Graff  membelinya seharga Rp212,2 miliar.

The Wittelsbach-Graff Diamond

3. Garrard’s Heart of the Kingdom Ruby (Rp.126,96 miliar)
Garrard’s heart of the kingdom ruby merupakan kalung termahal di dunia, dengan 40,63 karat Ruby Burma berbentuk hati yang dikelilingi 155 karat permata. Ruby Burma merupakan salah satu ruby yang paling dicari karena merupakan jenis ruby berona darah merah. Permata ini sangat berharga, karena sangat jarang ada batu ruby dengan ukuran sebesar yang terdapat di kalung ini. Dan, tak tanggung-tanggung, untuk satu kalung ini, dijual dengan seharga Rp.126,96 miliar.

Garrard’s Heart of the Kingdom Ruby

4. Diamond Drop Earrings by House Of Harry Winston
Anting yang satu ini merupakan rancangan Harry Winston, seorang perancang perhiasan untuk selebritis terkemuka. Di tangan Winston, permata 60 karat dibingkai di atas emas putih. Anting-anting yang cocok dengan jenis pakaian mana pun dihargai Rp 77,1 miliar.

Diamond Drop Earrings by House Of Harry Winston

5. Flawless Blue Diamond
Permata biru ini memiliki 6.04 karat dan dibingkai di atas sebuah cincin yang luar biasa. Permata ini dijual di sebuah pameran di Hong Kong dengan harga yang fantastis Rp. 72,4 miliar. (**)

Flawless Blue Diamond

Udah pada nonton The Expendable kan, ya? Itu salah satu pelem favorit Neng Dara tuh. Ceritanya emang  biasa aja, tapi merupakan salah satu keseruan tersendiri menyaksikan para bintang-bintang laga pada masanya tampil bareng dalam satu film. Udah pada tua-tua sih, tapi tetep aja! Keren dan macho banget! Banjir testosteron deh, kalau kata Neng Dara mah. Coba, hati perempuan mana yang tidak akan serr-serran bak malam pertama sehabis melihat poster inih…
Pistolnya banyak banget, Neng jadi bingung. Pengen ditodong sama semuanya.
Belum habis kekaguman Neng Dara akan film yang pertama, tiba-tiba Neng mendengar kabar bahwa akan segera tayang… The Expendables II! Bintang laga legendaris yang akan tampil pun lebih banyak. Ada Chuck Norris segala!
Aaaahh… indung telur Neng Dara nyaris meledak dibuatnya…
Saking senengnya mendengar kabar tersebut, Neng sampe kemimpi-mimpi. Tapi di mimpi Neng filmnya berubah dikit… jadi The Sexpendables. Bangun-bangun Neng langsung kepikiran, pasti keren banget kali ya kalo dibikin versi filbo dari The Expendables. Pemerannya adalah mantan bintang-bintang filbo yang legendaris pada jamannya yang dikasih kesempatan buat tampil kembali dalam sebuah filbo all-star yang maha keren!
Menurut Neng Dara, bintang filbo yang layak masuk ke The Sexpendables haruslah bintang filbo yang iconic banget di masanya, seperti…

Asia Carre

Salah satu bintang filbo keturunan Asia yang ngetop banget di tahun 90-an. Dirinya juga anggota Mensa, yang artinya adalah… IQ-nya tinggi banget. Jenius.

Jenna Jameson

Gak ada pecinta filbo yang gak kenal Jenna. Dirinya adalah salah satu bintang filbo termahal sepanjang sejarah, dia juga bikin buku biografi best seller: How to Make Love Like A Porn Star.

Janine

Pasti kenal gambar itu dong? Janine emang iconic banget. Apalagi setelah muncul di cover album Blink 182: Enema of the State.

Sasha Grey

Meskipun dirinya bukan tergolong bintang filbo klasik (karena karier filbonya emang baru dimulai di tahun 2006), namun Sasha layak masuk The Sexpendables. Selain karena dia memenangkan banyak award AVN karena penampilannya yang selalu meyakinkan dalam tiap filbo, tapi juga karena kita-kita masih pengen liat dia main filbo lagi dong. Sayang bener, cantik-cantik gitu udah pension main filbo.

Ron Jeremy 

Ron Jeremy juga pantes masuk dong ya? Dirinya udah tampil di lebih dari 2000 filbo, loh. Emang sih sekarang dia udah overweight gitu, dan… makin berbulu. Tapi, masih pada mau liat dia di tampil dong? Eh iya kan? Hihihi…
Kalo menurut kamu, siapa bintang filbo legendaris yang layak berperan di The Sexpendables? Ayoh share di sini hihihi…


Salah satu problem terbesar kaum Adam adalah mengidentifikasi karakter cewek. Banyak pemberani-pemberani yang mencoba mengidentifikasi karakter wanita, namun hanya sedikit yang sukses dan lebih banyak yang gagal. Tetapi kamu semua bisa berbahagia sekarang! MBDC telah berjuang, berpeluh-darah demi membantu kalian mengidentifikasi karakter gebetan kalian melalui binatang peliharaannya! Ya ampun keren banget! Tanpa banyak cingcong, mari kita pelajari bersama!

1. Kucing

Kucing adalah binatang pemalas yang hidupnya hanya terdiri dari tidur, makan, trus leyeh-leyeh. Pokoknya low-maintenance bangetlah. Nah, cewek yang memelihara kucing biasanya bersifat kalem, smart, lemah lembut dan suka membersihkan rumah. Cewek seperti ini juga notabene merupakan cewek yang betah di rumah. Ini sangat menguntungkan bagi para lelaki dengan dompet mepet! Dengan mendekati cewek pemelihara kucing, kalian bisa ngirit ongkos PDKT up to 90% karena cuma bayar bensin PP doang.

2. Anjing

Anjing merupakan binatang peliharaan terfavorit cewek nomor 2, setelah kucing. Berbeda dengan kucing, anjing butuh diajak main dan jalan-jalan. Nah, cewek yang memelihara anjing biasanya merupakan pribadi yang bersemangat dan adventurous alias doyan menjelajah. Kamu senang dong dijelajahi? Saran MBDC, jika kebetulan anjing yang dipelihara gebetan kamu adalah anjing beringas (Rottweiler, Pitt-bull, Herder), dan kamu bukan orang yang berpengalaman dalam bidang peranjingan, maka mungkin ada baiknya kamu mempersiapkan asuransi kesehatan.

3. Ikan

Ini adalah tipe yang sangat susah diidentifikasi karena cewek yang memelihara ikan pada prinsipnya sama aja kayak gak punya peliharaan. Ngasih makan seminggu sekali, ngebersihin aquarium cuma kalo inget. Intinya, cewek dengan peliharaan ikan tuh nggak asik. Gak usah protes lah.

4. Ular

Kayaknya sih ya. Kayaknya lho. Cewek yang melihara ular ini adalah cewek yang sangat layak kamu gebet. Kenapa? Karena biasanya karakternya mereka kuat, berani dan gak jijikan. Selain itu, jika doi memutuskan untuk memelihara ular, berarti dia senang dengan sesuatu yang lonjong, tidak keras, dan tidak lunak. Iya kan? Iya dong.

5. Kelinci

Katanya, kelinci itu hewan suka banget ML lho. Kerjaannya kawin mulu. Ya ini cuma ngasih tau doang sih. Kali-kali nular ke majikannya.
Nah, jadi sekarang kamu sudah tahu cara mengidentifikasi cewek melalui hewan peliharaannya. Tolong disebarluaskan ke teman dan orang-orang yang kamu sayangi ya. Ini sungguh penting bagi kelangsungan hidup orang banyak lho. Selamat menganalisa!

 

Pada Desember 1975, George dan Kathleen serta anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 112 Ocean Avenue, sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Amityville, sebuah lingkungan di pinggiran kota di selatan Long Island, New York.
Tigabelas bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah itu. Setelah 28 hari keluarga Lutz tinggal dirumah itu, mereka mulai merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut.
Bagian ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Jay Anson, 1977, The Amityville Horror – A True Story.


Jay Anson (1921-1980), adalah penulis The Amityville Horror
Rumah bernomor 112 di Ocean Avenue telah kosong selama 13 bulan setelah DeFeo membunuh anggota keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000. Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan kolam renang dan sebuah rumah tempat penyimpanan kapal. George dan Kathy telah menikah pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka sendiri, namun ingin memulai kembali dengan memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher (7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry. Selama pengecekkan mereka saat akan membeli rumah tersebut, oleh agen mereka telah diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu bukanlah masalah.

Keluarga Lutz pindah kerumah tersebut pada 18 Desember 1975. Sebagian besar mebel dari keluarga DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun mereka tidak mengerti cara-caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk melakukan pemberkatan. (Dalam buku Anson disebutkan nama Pendeta tersebut adalah Bapa Mancuso. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi Pendeta tersebut, nama aslinya adalah Bapa Ralph J. Pecoraro).


Bapa Mancuso adalah seorang pengacara, imam Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di Sacred Heart Rectory. Ia tiba untuk melaksanakan berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975 disaat George dan Kathy sedang membongkar barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia mendengar suara dengan jelas yang mengatakan”Keluar!” – “Get out!”. Disaat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan kejadian itu kepada George maupun Kathy. Pada 24 Desember 1975, Bapa Mancuso menelepon George Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit, dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah tersebut mengakibatkan Bapa Mancuso menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata.


Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”.


Sebagian dari pengalaman keluarga Lutz diuraikan sebagai berikut:
  • George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota keluarganya.
  • Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan lalat di setiap musim dingin.
  • Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan dan saat dimana ia melakukan persetujuan pembelian rumah tersebut. Anak-anak mereka juga mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama saat mayat DeFeo ditemukan.
  • Kathy merasakan seolah-olah “sedang dipeluk” dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.
  • Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak didalam denah rumah. Ruangan itu kemudian dikenal dengan nama “The Red Room”. Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.
  • Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran didalam rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber tersebut.
  • Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama “Jodie” yang memiliki mata yang sangat merah.
  • George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan menemukan anjing mereka tertidur dengan suara keras didepan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.
  • George mendengar apa yang diuraikan sebagai “Marching band Jerman” atau suara seperti radio yang tidak di setel dengan frekuensi yang tepat. Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara gaduh akan berhenti.
  • George disadari bahwa ia memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di The Witches’ Brew, bar dimana DeFeo adalah salah seorang pelanggannya.
  • Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merah yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi keatas untuk melihatnya, ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian disimpulkan bahwa itu adalah “Jodie”.
  • Ketika ditempat tidur, Kathy mendapatkan bekas merah didadanya disebabkan oleh suatu kekuatan tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.
  • Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh suatu kekuatan yang tak terlihat.
  • Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.
  • Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang berwarna hijau.
  • Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.
  • George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki, yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.
  • George melihat Kathy berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90-an, “dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong”.
George dan Kathy Lutz dikelilingi dengan berbagai media yang mengulas kasus mereka
Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada 8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan Doa Para Raja, dan dari ruang tamu mereka, menurut dugaan banyak oang terdengar suara paduan suara yang meminta agar mereka berhenti: “Will you stop!”.


Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy, mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, “too frightening”.


Setelah berkonsultasi dengan Bapa Mancuso, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa barang kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada 14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak barang dibelakang rumah tersebut. Hari berikutnya, seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia melaporkan ada fenomena yang tidak normal didalam rumah itu.


Buku ini ditulis setelah Tam Mossman, seorang editor di penerbit Prentice Hall yang mengenalkan George dan Kathy Lutz kepada Jay Anson. Mereka tidak bekerja secara langsung dengan Anson, namun disampaikan melalui rekaman tape yang berdurasi sekitar 45 jam, yang kemudian menjadi dasar bagi penulisan buku ini. Diperkirakan penjualan buku ini mencapai sepuluh juta kopi dari beberapa edisi. Anson dikatakan mengambil dasar judul bukunya “The Amityville Horror” dari “The Dunwich Horror” karangan H.P. Lovecraft yang diterbitkan pada tahun 1929.


sumber